65 tahun kemerdekaan itu bukan waktu yang sebentar. Mungkin kalau dianalogikan dengan manusia, 65 tahun itu umur yang sudah tua, tetapi tidak bagi sebuah negara. 65 tahun itu masih sangat muda. Saya rasa 65 tahun sebuah negara masih sama seperti 17 tahun usia manusia. Masih segar, masih bersemangat, masih menggebu.
Kebanyakan dari tulisan blog, kolom pembaca ataupun artikel tentang kemerdekaan yang saya baca, mereka bersifat skeptis. Mereka berfikiran bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka dari jajahan. Indonesia itu bereputasi buruk. Indonesia itu masih banyak koruptornya. Indonesia itu ini Indonesia itu itu. Banyak sekali pandangan negatif yang saya serap dari tulisan-tulisan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengeluh belum merasakan kemerdekaan Indonesia.
Mungkin saya berbeda. Saya merasakan Indonesia itu sudah merdeka.
Memulai hidup saya dari tahu 90 sampai 2010, saya merasakan Indonesia itu sudah merdeka. Saya bisa pergi ke sekolah dengan aman, saya bisa bermain di luar rumah saya bahkan saya bisa berkuliah di luar negeri seperti sekarang. Coba bandingkan dengan apa yang dialami oleh para kakek nenek kita yang hidup di zaman penjajahan. Dahulu, almarhumah nenek saya pernah bercerita bahwa sekolah itu hanya untuk golongan yang kaya, nigrat dan berstatus sosial tinggi. Tidak hanya itu saja, sekolah juga terkadang tidak aman. Apabila terdengar alarm Jepang, mereka semua harus menghentikan kegiatan sekolah. Berlarian apabila terdengar suara bom atau tembakan, bersembunyi di balik pagar apabila ada tentara lewat. Sekarang? setiap anak bisa berlenggok pergi ke sekolah. Tidak ada perbedaan status yang harus difikirkan. Mungkin kalau status nigrat masih menjadi saringan masuk sekolah, saya berada di kolong jembatan sekarang. Tidak ada bunyi alarm yang ditakuti, malahan bunyi alarm itu menjadi bunyi favorit (alarm tanda pulang sekolah). Lalu, apa kita belum merdeka?
Menilik balik buku sejarah masa SD saya, disitu tertulis dimana sebagian besar para remaja lelaki akan ditarik untuk bekerja paksa, kerja rodi atau romusha. Sebagian lagi para remaja lelaki akan menjadi tentara tambahan Jepang. Mereka dipaksa untuk membantu tentara negara lain membela negara lain. Sekarang? masuk TNI atau Polri itu suka rela. Para remaja lelaki zaman sekarang pun tidak ada yang diminta kerja paksa oleh negara lain. Tidak ada. Semua kita lakukan secara sukarela. Apa Indonesia masih belum merdeka?
Indonesia itu menurut saya sudah merdeka. Bebas dari belenggu penjajahan. Bebas untuk berekspresi. Ya Merdeka ..
Saya rasa, sikap skeptis orang menilai kemerdekaan, karena mereka menganggap kemerdekaan itu dimana kemiskinan hilang, pendidikan gratis, semuanya gratis, hidup mudah.
Tapi apa itu penilaian kemerdekaan sebenarnya? Memang penilaian itu bersifat objektif, tergantung yang menilai. Kalau mereka menilai bahwa Indonesia belum merdeka, maka sebenernya mereka sendiri yang belum merdeka. Perasaan dan pikiran mereka yang belum merdeka. Sedangkan Indonesia sudah lama merdeka.
Mengatasi kemiskinan itu memang sudah menjadi tugas pemerintah. Namun, pemerintah itu mungkin jumlahnya hanya sepersekian persen dari jumlah rakyat Indonesia yang berkisar 200 juta. Bagaimana bisa? berarti satu pegawai pemerintah bisa memegang ratusan masyarakat miskin. Mustahil. Sedangkan pegawai saja belum tentu mendapatkan gaji yang layak. Hahaha. Konyol memang. Setiap saya menyaksikan acara televisi, mereka meminta bantuan pemerintah. Ironis. Menurut pandangan saya, sesama masyarakatlah yang tidak memiliki kepedulian. Sesama manusia. Terlepas dari status pemerintah atau bukan. Dengan kepedulian sesama bukannya kita bisa saling terbantu? Kalau di tv2 saya sering mendengar, "Mohon bantuan pemerintah", maka yang sebenarnya mampu membantu tidak akan tergerak. "Lha wong mereka minta bantuan pemerintah, bukan saya". Sikap apatis itu masih ada, dan masih terasa. Coba bayangkan, bila satu orang mampu menolong satu orang tidak mampu, maka kemiskinan dapat berkurang.
Jadi inti dari panjang lebar tulisan ini adalah Indonesia itu sudah merdeka, tapi kebanyakan orang-orangnya merasakan belum merdeka. Ya, namanya manusia, tidak akan pernah puas dengan apa yang didapatkan. Jadi masih banyak diantara kita yang merasa Indonesia belum merdeka. Menurut saya sih sudah. Terserah pendapat anda.
Kebanyakan dari tulisan blog, kolom pembaca ataupun artikel tentang kemerdekaan yang saya baca, mereka bersifat skeptis. Mereka berfikiran bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka dari jajahan. Indonesia itu bereputasi buruk. Indonesia itu masih banyak koruptornya. Indonesia itu ini Indonesia itu itu. Banyak sekali pandangan negatif yang saya serap dari tulisan-tulisan kemerdekaan Indonesia. Mereka mengeluh belum merasakan kemerdekaan Indonesia.
Mungkin saya berbeda. Saya merasakan Indonesia itu sudah merdeka.
Memulai hidup saya dari tahu 90 sampai 2010, saya merasakan Indonesia itu sudah merdeka. Saya bisa pergi ke sekolah dengan aman, saya bisa bermain di luar rumah saya bahkan saya bisa berkuliah di luar negeri seperti sekarang. Coba bandingkan dengan apa yang dialami oleh para kakek nenek kita yang hidup di zaman penjajahan. Dahulu, almarhumah nenek saya pernah bercerita bahwa sekolah itu hanya untuk golongan yang kaya, nigrat dan berstatus sosial tinggi. Tidak hanya itu saja, sekolah juga terkadang tidak aman. Apabila terdengar alarm Jepang, mereka semua harus menghentikan kegiatan sekolah. Berlarian apabila terdengar suara bom atau tembakan, bersembunyi di balik pagar apabila ada tentara lewat. Sekarang? setiap anak bisa berlenggok pergi ke sekolah. Tidak ada perbedaan status yang harus difikirkan. Mungkin kalau status nigrat masih menjadi saringan masuk sekolah, saya berada di kolong jembatan sekarang. Tidak ada bunyi alarm yang ditakuti, malahan bunyi alarm itu menjadi bunyi favorit (alarm tanda pulang sekolah). Lalu, apa kita belum merdeka?
Menilik balik buku sejarah masa SD saya, disitu tertulis dimana sebagian besar para remaja lelaki akan ditarik untuk bekerja paksa, kerja rodi atau romusha. Sebagian lagi para remaja lelaki akan menjadi tentara tambahan Jepang. Mereka dipaksa untuk membantu tentara negara lain membela negara lain. Sekarang? masuk TNI atau Polri itu suka rela. Para remaja lelaki zaman sekarang pun tidak ada yang diminta kerja paksa oleh negara lain. Tidak ada. Semua kita lakukan secara sukarela. Apa Indonesia masih belum merdeka?
Indonesia itu menurut saya sudah merdeka. Bebas dari belenggu penjajahan. Bebas untuk berekspresi. Ya Merdeka ..
Saya rasa, sikap skeptis orang menilai kemerdekaan, karena mereka menganggap kemerdekaan itu dimana kemiskinan hilang, pendidikan gratis, semuanya gratis, hidup mudah.
Tapi apa itu penilaian kemerdekaan sebenarnya? Memang penilaian itu bersifat objektif, tergantung yang menilai. Kalau mereka menilai bahwa Indonesia belum merdeka, maka sebenernya mereka sendiri yang belum merdeka. Perasaan dan pikiran mereka yang belum merdeka. Sedangkan Indonesia sudah lama merdeka.
Mengatasi kemiskinan itu memang sudah menjadi tugas pemerintah. Namun, pemerintah itu mungkin jumlahnya hanya sepersekian persen dari jumlah rakyat Indonesia yang berkisar 200 juta. Bagaimana bisa? berarti satu pegawai pemerintah bisa memegang ratusan masyarakat miskin. Mustahil. Sedangkan pegawai saja belum tentu mendapatkan gaji yang layak. Hahaha. Konyol memang. Setiap saya menyaksikan acara televisi, mereka meminta bantuan pemerintah. Ironis. Menurut pandangan saya, sesama masyarakatlah yang tidak memiliki kepedulian. Sesama manusia. Terlepas dari status pemerintah atau bukan. Dengan kepedulian sesama bukannya kita bisa saling terbantu? Kalau di tv2 saya sering mendengar, "Mohon bantuan pemerintah", maka yang sebenarnya mampu membantu tidak akan tergerak. "Lha wong mereka minta bantuan pemerintah, bukan saya". Sikap apatis itu masih ada, dan masih terasa. Coba bayangkan, bila satu orang mampu menolong satu orang tidak mampu, maka kemiskinan dapat berkurang.
Jadi inti dari panjang lebar tulisan ini adalah Indonesia itu sudah merdeka, tapi kebanyakan orang-orangnya merasakan belum merdeka. Ya, namanya manusia, tidak akan pernah puas dengan apa yang didapatkan. Jadi masih banyak diantara kita yang merasa Indonesia belum merdeka. Menurut saya sih sudah. Terserah pendapat anda.
0 comments:
Poskan Komentar