16.5.10

Hidup di Usia Tua

sawah dan desa, impian saya nanti :)


Pastinya semua orang berkeinginan untuk hidup sehat di kala tua. Menikmati sisa hidup dengan ditemani orang-orang tercinta dan juga menikmati hasil jerih payah di kala muda. Jika berfikir ke arah perkotaan, maka yang terlintas dibenak saya adalah masa tua yang ditinggalkan oleh anak. Mengapa? Hidup di perkotaan, tentu saja semua orang akan sibuk dengan segal aktivitas perkotaan. Kerja, kerja, dan kerja. Kerja kantoran, jalanan macet, UV yang semakin menyengat, dengan segala rutinitas yang menguras otak, waktu, tenaga, tetapi tidak berimbang dengan pola hidup sehat. Tentu saja kelak anak cucu akan sibuk dengan kegiatan masing-masing, dan kita akan duduk menunggu di rumah.

Tapi saya ingin sesuatu yang berbeda.

Saya ingin masa tua saya di pedesaan, yang tenang. Lahir dan besar di perkotaan, belajar dan menimba ilmu di luar negara, membuat saya jenuh dengan segala tekanan-tekanan dari berbagai arah. Yaa, walau usia saya masih 19 tahun, tapi berangan-angan seperti apa masa tua saya kelak tidak menjadi soal.

Saya ingin rumah yang kecil, sederhana, memelihara burung dara, menanam sayuran di belakang rumah dan memelihara ikan-ikan. Ketenangan yang saya dapatkan disana sungguh akan membahagiakan. Jauh dari hingar bingar perkotaan, asap dan debu yang berterbangan, pasti melegakan. Sama seperti rumah Mbah Kakung dan Mbah Putri saya di desa Kutuarjo, Jawa Tengah. Benar-benar memberikan rasa yang berbeda.

Menghirup asap knalpot di setiap pagi ketika saya muda, namun saya ingin ketika saya tua saya menghirup embun yang segar dari dedaunan. Sarapan fast food atau segala sesuatu yang bersifat instan ketika muda, sebaliknya ketika tua saya mau makan makanan yang bersifat alamiah.

Mungkin sebaiknya dari muda saya ubah hidup saya, jika saya mau sehat di kala tua. Kalau tidak sekarang, kapan lagi ?

0 comments: