
Ingat tentang kasus pembunuhan Marsinah? Mungkin kebanyakan orang tidak. Dan saya pun sebenarnya samar-samar mendengar mengenai kasus Marsinah ini. Wajar saja. Ketika kasus ini menguap, saya masih berumur 3 tahun. 1993, Marsinah, seorang buruh dari PT CPS, Porong, Sidoarjo yang ditemukan tewas di sebuah kandang kambing kawasan Nganjuk. Penuh luka dan memar di sekujur tubuhnya.
Apa yang menyebabkan kematian Marsinah ?
Siapa dalang di balik kematian dari gadis buruh ini ?
Mengapa kasus ini tidak pernah terkuak akan faktanya ?
Satu jawaban, hanya Marsinah dan Tuhan yang tahu.
Saya tertegun melihat film Marsinah, yang diangkat dari sebuah kisah nyata si Marsinah sendiri. Mencengangkan menyadari betapa kejamnya manusia kepada sesame manusia. Saya bukan ahli nujum yang lantas menyimpulkan bahwa oknum-oknum tertentu yang menyebabkan kematian Marsinah. Saya hanya seorang mahasiswa yang memandang dari sudut pendidikan saya di area politik.
Adakah kiranya sebuah nyawa adalah harga mati untuk mendapatkan kebebasan hakiki ?
Adakah benarnya seorang Marsinah mati di tangan para pemilik PT CPS, atau itu hanya akal-akalan belaka ?
Adakah Marsinah yang tak berdosa, mati, lalu menyeret orang-orang yang tak berdosa pula?
Marsinah atau mereka yang namanya tidak mau disebut tapi mau disembah sebagai raja yang menyeret orang-orang tak berdosa itu?
Satu jawabannya, hanya Marsinah dan Tuhan yang tahu.
Mutiari, sebuah nama yang terngiang setelah nama Marsinah. Dituduh membunuh si buruh malang. Masyrakat gentar. Membela Marsinah atau menyelamatkan Mutiari. Menyaksikannya saja dalam film, saya masih ragu. Saya tahu apa itu propaganda, saya tahu apa itu sejarah, tapi saya tidak bisa membedakannya. Karena kebanyakan dari mereka sudah terobrak abrik menjadi satu.
Siapa yang benar, dan siapa yang salah ?
Satu jawabannya, hanya Marsinah dan Tuhan yang tahu.
0 comments:
Poskan Komentar